Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Umum. Tampilkan semua postingan

Obat-obat Yang Tidak Boleh Di Mimum Dengan Teh

Klik posternya dibawah
 Obat-obat Yang Tidak Boleh Di Mimum Dengan Teh

LEAFLET OBAT PADA MASA KEHAMILAN DAN MASA MENYUSUI

Selama masa kehamilan dan masa menyusui,seorang ibu juga dapat mengalami gangguan kesehatan. Pilihan untuk mengatasi gangguan kesehatan salah satunya adalah dengan mengkonsumsi obat..
Penggunaan obat pada masa kehamilan dan masa menyusui memerlukan pertimbangan yang lebih khusus karena resiko kecacatan pada janin dan resiko pertumbuhan anak. Silahkan klik di bawah leafletnya.

Pemusnahan Obat Di Rumah Tangga


Obat adalah suatu senyawa atau bahan kimia yang berasal dari luar tubuh dan akan mengakibatkan perubahan fungsi biologi ja-ringan atau organ jika masuk ke dalam tubuh manusia. Tujuan meminum obat adalah untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit. Macam obat ada obat bebas dan ada obat dari resep dokter. Obat yang sudah dibeli atau yang sudah ditebus dari dokter ada-kalanya tidak habis digunakan dan tersisa atau mungkin kadaluarsa. Untuk itu perlu penangan dalam pembuangan atau pemusnahan sisa dari obat-obat tersebut.
Tujuan dilakukan pembuangan ini ialah untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh obat-obat yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan kemanfaatan. Selain itu pemusnahan obat bertujuan menghindarkan diri pengotoran lingkungan. Sebagian besar obat-obatan yang telah melampaui batas waktu peng-gunaannya akan berkurang efektivitasnya dan sebagian kecil menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

Ukur Berat Badan Ideal Anda (BMI)...........

BMI merupakan Body Mass Index yaitu untuk mngetahui berat badan ideal.  Dengan memasukkan "Hieght"= Tinggi badan dalam meter atau centi meter dan "Wight"=Berat Badan dalam kilogram, kemudian pilih "male"=laki-laki atau "female"=perempuan. Klik "Calculate". Nilai akan muncul di kolom Body Mass Index, kesimpulannya bisa dilihat di "Result". Selamat mencoba ^_^

OBAT YANG HARUS DI HINDARI PADA MASA KEHAMILAN

Penggunaan obat pada wanita hamil memerlukan pertimbangan lebih khusus karena resiko tidak haya ibu saja, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah manfaat dari penggunaan obat lebih besar dari pada resikonya, sehingga ibu dapat melahirkan bayi yang sehat dengan selamat. Obat yang diberikan kepada wanita hamil umumnya dapat melalui placenta. Tidak ada obat yang secara mutlak dianggap aman untuk digunakan pada masa kehamilan.
Berikut adalah resiko yang dikhawatirkan dari penggunaan obat-obatan yang kontraindikasi dengan wanita hamil: 
(1) Timbulnya kecacatan fisik (malformasi) pada janin atau bayi yang lahir nanatinya.  
(2) Timbulnya kecacatan mental.  
(3) Gangguan organ-organ tubuh (fungsional).  
(4) Pertumbuhan bayi atau anak terganggu.
    Resiko paling tinggi untuk menimbulkan efek kecacatan organ utama (pembentukan tengkorak kepala, telinga, hidung, jari-jari tangan dan kaki, dsb) adalah panggunaan obat pada trimester I, lebih tepatnya pada minggu ke-3 sampai dengan ke-8 dimana sebagian besar organ utama dibentuk. Setelah minggu ke-8 jarang terjadi abnormalitas stuktur kerena organ utama sudah terbentuk pada fase ini. Pada trimester ke II dan III lebih lepada kecacatan fungsional (buta, tuli, saluran pencernakan tidak normal, dsb). 
    Contoh obat-oabat yang terbukti bisa menimbulkan kecacatan: 
    (1) Metotrekstat, menyebabkan kelainan Sistem Saraf Psusat (Otak), mata, telinga, tangan dan kaki.  
    (2) Dietilstilbestrol (DES), menyebabkan kanker vagina.  
    (3) Karbamazepin dan asam valproat, menyebabkan cacat tabung saraf.  
    (4) Fenitoin, menyebabkan fetal hydantion dyndrome. 
    (5) Thslidomide, menyebabkan phocemalia.  
    (6) Warfarin, menyebabkan kecacatan tulang rangka dan Sistem Saraf Psusat (Otak).  
    (7) Alkohol, menyebabkan fetal alkohol sindrome.  
    (8) Isotretinoin, menyebabkan kecacatan Sistem Saraf Psusat (Otak),carniofacial, jantung.  
    (9) Tetrasiklin, menyebabkan kerusakan tulang dan gigi.  
    (10) ACE Inhibitor, menyebabkan gagal ginjal, tengkorak.  
    (11) Sikofosfamid, menyebabkan cleft palate, ginjal tidak terbentuk.
      Prinsip penggunaan obat pada masa kehamilan: 
      v Sedapat mungkian hindari penggunaan obat terutama pada trisemester pertama.  
      v Obat hanya diberikan jika jelas diperlukan dengan mempertimbangkan manfaat dan resikonya.  
      v Hindari obat baru karena datany masih terbatas.  
      v Pilih obat yang keamanannya sudah diketahui. 
      v Utamakan dengan obat tunggal.  
      v Gunakan dosis serendah mungkin yang bisa menimbulkan berefek.  
      v Hindari obat yang bisa menimbulkan kecacatan.  
      v Jika memang terpakasa menggunakan obat yang bisa menimbulkan kecacatan, di monitor dengan USG.

        Pestisida Alami

        • Helmintiasis: Bahan narkose pada cacing misal pinang
        • Acarisida: antirayap dan kutu perusak. Atau vektor penyakit protozoa, spirocaeta, Menggunakan bahan yg mengandung minyak atsiri isotiosianat, lanalool,
        • Insektisida: repelant, tumbuhan berminyak atsiri, Azadirachtin, nikotin dll
        • Rodentisida: Striknin, Gadung tananaman yg mengandung steroid
        • Moluskisida: keong-keongan, anti vektor penyakit schitosoma: Azolla pinata, Ammi majus, Euphorbia spp, Anacardium occidantale (J.Monyet).
        • Tanaman beracun berpotensi sebagai pestisida

        AWAS.....!! Tanaman Beracun Berada Disekitar Anda

        Anak-anak dibawah 8 tahun rawan paparan 70-80% tanaman beracun.  Intoksikasi terjadi biasanya melalui ingesti/menelan . Muntah adalah manifestasi dari keracunan akibat menelan.
        Manifestasi
        v  Halusinogen
        v  Alergen
        v  Teratogen
        v  Abortivum
        Halusinogen
        Menghasilkan efek psikologis yang merubah persepsi, pikiran, perasaan mulai dari distorsi apa yang disensasikan (ilusi) sampai merasakan objek yang tidak nyata di hadapan (halusinasi). Halusigonen menaikkan sinyal sensor akan sesuatu namun kehilangan kontrol (berlebihan) terhadap apa yang dirasakan.  Jamur beracun warna-warni (amanita), hemlock, ganja, coca, morfin dan berbagai tanaman yang mengandung alkaloid (suatu zat tanaman).
        Alergen
        Alergen: spora, debu, fragmen tumbuhan, asap. Menginisiasi reaksi antigen-antibodi .Ditandai ruam merah pada kulit.
        Teratogen
        Belum ada laporan, mayoritas masih dilaporkan pada binatang uji  Nicotiana sp. Tembakau: menimbulkan malformasi trisemester pertama pada babi . Mimosa sp (putri malu dan baretan); Mengandung mimosin teratogenik pada babi dan tikus hamil.
        Abortivum
        Menyebabkan keguguran , contohnya: arboelin, phyllantin dll

        Bagaimana Tanda-Tanda Anak Siap Menerima Makanan Padat??


        Tanda-tanda anak siap menerima makanan padat:
        1. Mempunyai kontrol yang baik terhadap kepala dan leher
        2. Bisa duduk sendiri.
        3. Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
        4. Lidah tetap di adalm saat sendok dimasukkan ke dalam mulutnya.
        5. Terbiasa pada tekstur dan makanan baru
        6. Menggapai makanan atau benda lain, meraih dan memasukkannya ke dalam mulut.
        7. Memindahkan sendok dari satu tangan ke tangan lainnya.
        8. Bila sudah kenyang, bisa menunjukkannya dengan cara memalingkan kepala atau dengan menutup mulut rapat-rapat.

        Perlukah Vitamin C Setiap Hari?

        Banyak sekali iklan di televisi yang menawarkan produk vitamin C dengan dosis 500-1000 mg, baik pada produk makanan, minuman maupun suplemen. Sebenarnya berapakah dosis vitamin C untuk tubuh kita setiap harinya? Benarkah 500 mg? 1000 mg?

        Vitamin C adalah mikronutrien yang dibutuhkan tubuh kita dalam jumlah kecil setiap harinya. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan, katalisator, meningkatkan penyerapan zat besi, memperlancar BAB, penangkal nitrat yang dapat menyebabkan kanker, ddl. Vitamin C banyak terdapat pada jeruk, tomat, jambu biji, susu, mentega, kentang, ikan, dll.

        Dosis normal vitamin C:
        • Laki-laki usia 18 tahun ke atas: 90 mg/hari
        • Wanita usia 18 tahun ke atas: 75 mg/hari
        • Ibu hamil: 85 mg/hari
        • Ibu menyusui: 120 mg/hari
        Jadi kebutuhan asupan vitamin C untuk tubuh kita berkisar 60-100 mg/hari dan kebutuhan yang paling besar hanya pada ibu menyisui. Tubuh kita menyimpan vitamin C 100 mg/kgBB atau 6000mg, bila terjadi kelebihan akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urin.

        Fenomena yang terjadi sekarang ini sungguh sangat meresahkan, banyak orang yang mengkonsumsi vitamin C dengan dosis berlebih karena mereka menelan iklan yang ada di televisi mentah-mentah. Selanjutnya apa yang terjadi bila konsumsi viamin C yang berlebih? Kita menjadi orang yang bodoh kerena akan menghambur-hamburkan uang untuk membeli vitamin C yang pada akhirnya akan terbuang pecuma lewat urin.

        Konsumsi Vitamin C dalam dosis besar membuat ginjal bekerja ekstra untuk mengeluarkan vitamin C tersebaut, akibatnya ginjal rusak. Hal ini diperparah dengan pola konsumsi yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama akan terjadi endapan sitrat pasa system organourinari tract (mulai dari ginjal hingga lubang pelepasan) hingga menimbulkan batu ginjal.

        Pada pemakaian vitamin C dosis 500 mg/hari selama 6 minggu dapat merangsang timbulnya perubahan galur-galur DNA, akibatnya sel berprilaku menyimpang dan salah satunya berubah manjadi metaplastik yang dapat menimbulkan kanker. Dosis yang berlebihan tidak akan diserap oleh tubuh dan langsung ke usus halus, di dalam usus halus terjadi penyerapan air oleh vitamin C, akibatnya kotoran akan jenuh dengan air (diare).

        Vitamin C yang salah satunya sebagai antioksidan sering disalah artikan. Banyak yang beranggapan semakin tingggi vitamin C yang dikonsumsi akan dapat menyembuhkan kanker, padahal dosis 1-5 g/hari dapat meningkatkan pertumbuahan kanker, itu merupakan dosis yang mematiakan dan kenyataannya pertumbuhan kanker baru bisa dihambat pada dosis 100 mg.

        Kapan mengkonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi yang tepat?
        Konsumsi vitamin C dosis tinggi saat kadar vitamin C dalam tubuh kita kurang dari 60 mg, hal ini biasanya ditandai dengan sariawan, atau saat kita sedang stress dimana kebutuhan akan vitamin C meningkat menjadi 2 kalinya dan kelelahan. Konsumsi ini baiknya hanya 3-5 hari saja.

        Kosmetikal & Bahan-Bahan Dalam Pelayanan Kesehatan Kulit Estetik

        Kulit cantik dan sehat dambaan setiap wanita tapi tak terkecuali juga untuk pria. Kulit cantik dan sehat memiliki ciri-ciri yaitu tampak bersih artinya tidak ada UKK/lesi (jerawat, infeksi dll); tidak ada rasa seperti gatal-gatal, panas, cekit; warna rata; lembut; kenyal; elastis dan berfungsi dengan optimal.

        Stuktur dan Fungsi Kulit yaitu sebgai proteksi, absorbsi, ekskresi dan pigmentasi. Proteksi atau sebagai pelindung dari bahan-bahan iritan, kehilangan cairan, sinar ultraviolet, infeksi bakteri dan jamur.

        Kosmetik digolongkan dalam 3 kelompok dasar, yaitu preparat ditujukan untuk kelainan kulit yang ringan, preparat ditujukan untuk Skin Aging (Antiaging=antipenuaan dini) dan preparat bersifat fisiologis/kosmetikn perawatan.
        Kosmetik terdiri dari 5% bahan aktif dan 95% bahan dasar yaitu air, lemak akohol dan golongannya. Bentuk Kosmetik menurut sifat fisiknya ada yang Lotion, Cream, Padatan, Tabur, Jell, Cair.

        Fundamental Skin Care diantaranya Cleansing, Hydrating, Replenishing dan Protection. Cleansing berfungsi untuk melarutkan kotoran dan lemak. Syarat bahan cleansing untuk bahan Detergent berupa sintetik detergent; bebas pewangi; tidak mengandung granul scrup; bebas alkohol; non-comedogenik dan tidak merusak lapisan lemak permukaan kulit.

        Tabir surya sebagai pelindung (protection) terhadap sinar matahari. pemilihan tabir surya/sunsceen yaitu SPF min 15; melindungi UVA dan UVB; non-parfum dan non-pewarna; non-PABA. Macam tabir surya: Sunblock dan Sunsceen. Sunblock mekanismenya dengan memantulkan atau menghamburkan sinar matahari. Bahan untuk sunblock memiliki sifat bahan inert, dermatitis kontak/photokontak (-) block UVA dan UVB. Sedangkan sunscreen mekanismenya menyerap gelombang UV dengan reaksi fotokimia. Bahan sunscreen memiliki sifat tidak inert, dermatitis kontak/photokontak (+) block VUB.
        Moisturizers/Pelembab berfungsi untuk mempertahankan integritas dan kandungan air dalam kulit. Bahan pelembab mengandung komponen occlusive, humectan dan emolient. Basic moisturizers componen, utuk kulit muda usia < 25 tahun yaitu Humectant effect, Glyserin, Urea, Propylene Glykol dan Sorbitol, yang kesemuanya berfungsi untuk menarik air dari dermis ke sratum corneum. Untuk Kulit usia > 25 tahun, dengan komposisi Petrolatum, Derivat silikon, Lancolin, Mineral oil, Soya bean dan Coconut, yang berfungsi untuk menurunkan TWL.

        Jerawat dan Komedo

        Jerawat
        -Peradangan kronik pada folikel rambut kelenjar pilosebasea. Merupakan kelainan kulit akibat penyumbatan muara saluran lemak sehingga terjadi penggumpalan lemak.
        -Kelenjar sebasea banyak dijumpai pada daerah muka, kepala, punggung
        -Hormon androgen juga memegang peranan penting pada terjadinya akne, Kelenjar Talg (KT) mulai berkembang dan memproduksi talg.
        -Fungsi talg adalah untuk memelihara kulit agar tidak menjadi kering dan tetap lentur. Talg dikeluarkan melalui saluran lubang kecil di per,mukaan kulit, yang disebut pori.

        Komedo
        -Sebagian pertukaran zat hormon androgen berlangsung di kulit, testosteron diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT). Dibawah pengaruh DHT, KT akan meningkatkan aktivitasnya, sehingga menjadi overproduksi talg, kadar androgen dalam darah tidak berubah.
        -DHT juga merangsang sel-sel pori sehingga terjadi hiperkeratosa, dan jalan keluar talg tertutup dan terjadi sumbatan di bawah kulit. Sumbatan ini dinamakan komedo.

        Jenis komedo:
        1. Komedo terbuka adalah suatu titik hitam (=zat warna kulit melanin teroksidasi), yang terbentuk di permukaan selama saluran belum tersumbat seluruhnya.
        2. Komedo tertutup adalah bintil putih, yang terjadi bila dalam pori sudah tersumbat sama sekali.

        Penyebab:Genetik, Makanan, Hormon, Kejiwaan, Musim, Bahan Kimia, Mekanis, Infeksi, Lain-lain : Obstipasi, Kurang tidur

        Patofiologi:
        1. Gejala Subyektif
        -adanya lesi yang meski tidak kentara, Lesi jerawat yang disertai peradangan mungkin terasa gatal waktu baru mulai dan akan terasa sakit bila ditekan
        -Pustula dan cyste sering pecah sendiri dan mengeluarkan hormon bernanah dan atau berdarah tapi tidak berbau.
        2. Gejala Obyektif
        -komedo terbuka dan komedo tertutup
        -Papula erythemosa, pustula, cyste bisa terdapat di muka, punggung, pundak dan dada
        -Kulit,kulit kepala dan rambut sering terlihat berminyak.

        Patogenesis
        -Kenaikan produksi sebum kelenjar sebasea yang dipengaruhi oleh hormon androgen.
        -bakteri (terutama P. acne) yang mengubah trigliserida dari sebum menjadi asam lemak bebas.
        -Perubahan kimiawi dari sebum diubah oleh enzim yang dikeluarkan P. Acne yang merangsang epitel dinding saluran pilosebasea sehingga terjadi penyumbatan
        -Adanya proliferasi epitel saluran pilosebasea disertai dengan keratinisasi menimbulkan penyumbatan, sehingga terbentuk komedo (tertutup maupun terbuka), papel, pustula, kista

        Pencegahan Acne:
        1. Kebersihan dan kesehatan
        2. Penggunaan kosmetik berlemak
        3. Makanan yang mengandung lemak perlu dihindari
        4. Faktor kecemasan perlu dihindari
        5. Istirahat dan tidur yang cukup
        6. Banyak makanan berserat
        7. Kebiasaan memegang atau bahkan memijit akne perlu dihindari

        Pengobatan:
        1. Obat-obat sistemik:
        -Antibiotik. Ditujukan terutama P. Acne : digunakan tetrasiklin, erithromisin, doksisilin, minosiklin, linkomisin dan klindmisin
        -Hormon. Dapat digunakan hormon estrogen maupun pil antihamil untuk menjaga keseimbangan hormon
        Kortikosteroid. Ditujukan terutama terhadap akne nodulu-kistik
        -Lain-lain : Vitamin A, asam ritoneat, seng
        2. Obat tookal
        -Obat yang mengandung bahan keratolitik (sulfur, asam salisilat) : lotion kumerfeldi berkhasiat mengelupas kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri
        -Asam vitamin A yang dapat mencegah terjadinya komedo dan mempercepat resorpsi
        -Benzoil peroksida dapat mencegah terjadinya komedo dan mempercepat nodulus
        Tetrasiklin, erithromisin, klindamisin dapat pula digunakan sebagai obat topikal dengan susunan tertentu.

        Tindakan:
        -Ekstraksi komedo Untuk komedo terbuka digunakan komedo ekstraktor. Untuk komedo tertutup ditusuk dengan jarum steril
        -Elektrodesikasi. Dengan alat Hi-Frequency, dilakukan terutama untuk akne papulosa yang tidak meradang
        -Insisi, aspirasi. Ditujukan pada akne kistik
        -Suntikan intralesi. Biasanya dipakai Triamsinolon asetonide, ditujukan untuk akne nodulus

        Kerasionalan obat:
        1. Clearasil :
        Sulfur prec. 3%
        Resorsinol 2%
        Bentonit 10%
        Triklosan 0.1%
        ALkohol 10%
        Catatan : komposisi yang terlampau banyak (labih dari 3), dapat dikatakan tidak rasional
        2. ACNE FELDIN
        Sediaan cair mengandung sulfur prec 6.6 %
        CATATAN : Sediaan ini rasional dari sisi kandungan dan dosis 2-10%
        3. Acnomel
        Resorsinol 2%
        Sulf. Prec. 8%
        CATATAN : Sediaan ini rasional, komposisi zat aktif saling mendukung, selain itu masih dosis lazim
        4. Pimplex
        Sediaan ini berisi bahan aktif Benzoil peroksidase 10%
        CATATAN : Sediaan ini rasional