Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Uji Sediaan Tablet Effervecent

Tablet adalah sediaan padat yang kompak, dibuat secara kempa-cetak berbentuk pipih dengan kedua permukaan rata atau cembung, dan mengandung satu atau beberapa bahan obat, dengan atau tanpa zat tambahan (Nanizar, 1990).
Tablet Effervesent yaitu tablet yang menghasilkan gas, dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam efervesen atau bahan-bahan lain yang mampu menghasilkan gas ketika bercampur dengan air. Misalnya penggabungan logam karbonat atau bikarbonat dengan tatrat menghasilkan gas CO2 di dalam air. Tablet bentuk ini mempercepat pelarutan sediaan dan meningkatkan rasa contoh: tablet CDR, Redoxon.
Evaluasi tablet
Untuk menjamin mutu tablet maka dilakukan beberapa pengujian yaitu sebagai berikut:
Uji keseragaman bobot
Tablet harus memenuhi uji keseragaman bobot. Keseragaman bobot ini ditetapkan untuk menjamin keseragaman bobot tiap tablet yang dibuat. Tablet-tablet yang bobotnya seragam diharapkan akan memiliki kandungan bahan obat yang sama, sehingga akan mempunyai efek terapi yang sama. Keseragaman bobot dapat ditetapkan sebagai berikut: ditimbang 20 tablet, lalu dihitung bobot rata-rata tiap tablet. Kemudian timbang tablet satu persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari yang ditetapkan pada kolom A dan tidak boleh satu tablet pun bobotnya menyimpang dari rata-rata lebih besar dari yang ditetapkan pada kolom B. jika perlu gunakan 10 tablet yang lain dan tidak satu tablet yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan dalam kolom A maupun kolom B (Dirjen POM, 1984).
Uji kekerasan
Kekerasan tablet dan ketebalannya berhubungan dengan isi die dan gaya kompresi yang diberikan. Bila tekanan ditambahkan, maka kekerasan tablet meningkat sedangkan ketebalan tablet berkurang. Selain itu metode granulasi jugamenentukan kekerasan tablet. Umumnya kekuatan tablet berkisar 4 - 8 kg, bobot tersebut dianggap sebagai batas minimum untuk menghasilkan tablet yang memuaskan. Alat yang digunakan untuk uji ini adalah hardness tester, alat ini diharapkan dapat mengukur berat yang diperlukan untuk memecahkan tablet (Lachman, 1994).

Climate Chamber (Celsius 9.2 HPP 108, Memmert)

Spesifikasi alat:
Spesifikasi alat alat ini sekilas mirip dengan oven atau incubator. Alat ini terdiri dari banyak menu display juga dilengkapi dengan softwere yang bias disambungkan (land) ke komputer. Sehingga bias deprogram/diseting dan dipantau secara komputerise. Secara umum menu display terdiri dari seting program waktu, temperature dan RH (Relative Humidity).
Cara kerja alat:
Pengoprasian alat tersebut relative lebih panjang karena banyak menu display yang harus diseting terlebih dahulu. Alat diseting terlebih dahulu sesuai dengan keinginan pengguna (peneliti) meliputi waktu, suhu dan RH-nya. Kemudian bahan/zat aktif/eksipien maupun sediaan farmasi dimasukkan kedalam alat. Pada interval waktu yang diinginkan sampel disampling kemudian diamati perubahan yang terjadi baik secara fĂ­sica maupun secara kimiawinya (sesuai yang diinginkan). Pengamatan dilanjutkan sampai waktu yang diinginkan.
Kegunaan alat:
Climate Chamber (Celsius 9.2 HPP 108, Memmert), bias disebut juga Climatic Chamber digunakan untuk menguji stabilitas baik bahan/zat aktif/eksipien maupun sediaan farmasi bias berupa baik sediaan solid (tablet, granul, serbuk, kapsul), semi solid (salep, krim, gel, pasta, suppositoria) maupun sdiaan liquid (larutan, emulsi, suspensi, dll) yang disimpan dalam kondisi RH, suhu dan waktu tertentu. Alat ini bisanya digunakan untuk menguji stabilitas yang dipercepat (accelerated test), misalnya uji dinaikkan suhu penyimpanannya (misal pada suhu 40, 50, 60 derajat C), atau RH yang dinaikkan (misal 75%), uji dengan paparan cahaya (photolysis) atau kombinasi ketiganya. Uji stabilitas yang diamati baik stabilitas secara fisika maupun secara kimiawi.

Freeze Dryer (ALPHA1-2LD plus, Chrisr)

Spesifikasi alat:
Spesifikasi alat ini terdiri komponen asesorisnya terdiri dari: vaccum sensor, vaccum hose, base plate, 3 unheated shelves, drying chamber, rubber valve, vaccum pump dan exhaust filter. Sedangkan menu display antara lain dari beberapa setting program antara lain: pengaturan suhu, waktu oprasional,dll.
Cara kerja alat:
Pengoprasian alat tersebut sedikit lebih panajang karena banyak menu display yang harus diseting dahulu dan harus lebih hati-hati karena banyak peralatan/asesoris terbuat dari gelas. Cara oprasionalnya sebagai berikut: ekstrak cairan atau kental sebelum dimasukkan kedalam Freeze Dryer telah dibekukan dalam refrigenarator (lemari es) minimal semalam. Setelah membeku kemudian dimasukkan ke dalam alat, alat diseting sesuai dengan yang diinginkan. Oleh vaccum puma alat tersebut akan menyedot solvent yang telah beku (freeze) menjadi uap. Prinsip kerja alat ini adalah merubah fase padat/es/freeze menjadi fase gas (uap).
Kegunaan alat:
Sesuai dengan namanya pula Freeze Dryer (pengering es) dapat digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan cair seperti ekstrak baik cair maupun kental, lebih ditekankan untuk pengeringan ekstrak dengan penyari/solvent dari air. Pengeringan ekstrak relatif lama, sebagai ilustrasi kerja alat tersebut sebagai berikut: untuk mengeringkan ekstrak cair sebanyak 500 ml bisa membutukan waktu lebih dari 20 jam. Untuk itu lebih disarankan ekstrak yang dikeringkan dalam Freeze Dryer sudah dalam ekstrak kentalnya sehingga waktu pengeringan akan lebih cepat sehingga biaya akan lebih murah. Kapasitas alat tersebut mampu mengeringkan ekstrak sampai 6 liter sekaligus.

Fluid Bed Dryer (Type TG200, Retsch)


FDB adalah alat pengering dengan adanya aliran udara, sesuai dengan namanya FDB dapat digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan seperti serbuk, granul, simplisia basah (daun, ranting, batang, akar, bunga, dd). Alat tersebut tidak cocok untuk mengeringkan bahan berupa cairan misal: ekstrak baik cair maupun kental. Sebagai ilustarai alat tersebut mampu mengeringkan granul basah (500 g) yang diseting pada suhu 87 derajat C, air flow 99 dalam waktu 8 menit. Kapasitas alat tersebut mampu mengeringkan maksimal 6 liter (=6000 g).

Spesifikasi alat:
Fluid Bed Dryer (FBD) terdiri dari tombol: setting program (bias menyimpan 9 program), pengaturan suhu (0-150 derajat C), kecepatan aliran udara (air flow) maksimal 99, pengaturan oparasional secara interval waktu atau kontinyu, timer (1-99 menit) dan pengaturan tombol Start dan Stop.

Cara kerja alat:
Pengoperasian alat tersebut relative simple. Bahan/material yang dimasukkan ke dalam alat akan dihamburkan ke atas dan jatuh lagi ke bawah secara interval atau kontinyu yang ditembus oleh udara panas dengan tekanan aliaran udara. Sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat. Alat ini bias mencegah terjadinya migrasi bila digunakan untuk mengeringkan serbuk/granul yang mengandung zat aktif/pewarna yang larut dalam solvent-nya, sehingga bias menghindari dehomogenisasi campuran.