Jerawat dan Komedo

Jerawat
-Peradangan kronik pada folikel rambut kelenjar pilosebasea. Merupakan kelainan kulit akibat penyumbatan muara saluran lemak sehingga terjadi penggumpalan lemak.
-Kelenjar sebasea banyak dijumpai pada daerah muka, kepala, punggung
-Hormon androgen juga memegang peranan penting pada terjadinya akne, Kelenjar Talg (KT) mulai berkembang dan memproduksi talg.
-Fungsi talg adalah untuk memelihara kulit agar tidak menjadi kering dan tetap lentur. Talg dikeluarkan melalui saluran lubang kecil di per,mukaan kulit, yang disebut pori.

Komedo
-Sebagian pertukaran zat hormon androgen berlangsung di kulit, testosteron diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT). Dibawah pengaruh DHT, KT akan meningkatkan aktivitasnya, sehingga menjadi overproduksi talg, kadar androgen dalam darah tidak berubah.
-DHT juga merangsang sel-sel pori sehingga terjadi hiperkeratosa, dan jalan keluar talg tertutup dan terjadi sumbatan di bawah kulit. Sumbatan ini dinamakan komedo.

Jenis komedo:
1. Komedo terbuka adalah suatu titik hitam (=zat warna kulit melanin teroksidasi), yang terbentuk di permukaan selama saluran belum tersumbat seluruhnya.
2. Komedo tertutup adalah bintil putih, yang terjadi bila dalam pori sudah tersumbat sama sekali.

Penyebab:Genetik, Makanan, Hormon, Kejiwaan, Musim, Bahan Kimia, Mekanis, Infeksi, Lain-lain : Obstipasi, Kurang tidur

Patofiologi:
1. Gejala Subyektif
-adanya lesi yang meski tidak kentara, Lesi jerawat yang disertai peradangan mungkin terasa gatal waktu baru mulai dan akan terasa sakit bila ditekan
-Pustula dan cyste sering pecah sendiri dan mengeluarkan hormon bernanah dan atau berdarah tapi tidak berbau.
2. Gejala Obyektif
-komedo terbuka dan komedo tertutup
-Papula erythemosa, pustula, cyste bisa terdapat di muka, punggung, pundak dan dada
-Kulit,kulit kepala dan rambut sering terlihat berminyak.

Patogenesis
-Kenaikan produksi sebum kelenjar sebasea yang dipengaruhi oleh hormon androgen.
-bakteri (terutama P. acne) yang mengubah trigliserida dari sebum menjadi asam lemak bebas.
-Perubahan kimiawi dari sebum diubah oleh enzim yang dikeluarkan P. Acne yang merangsang epitel dinding saluran pilosebasea sehingga terjadi penyumbatan
-Adanya proliferasi epitel saluran pilosebasea disertai dengan keratinisasi menimbulkan penyumbatan, sehingga terbentuk komedo (tertutup maupun terbuka), papel, pustula, kista

Pencegahan Acne:
1. Kebersihan dan kesehatan
2. Penggunaan kosmetik berlemak
3. Makanan yang mengandung lemak perlu dihindari
4. Faktor kecemasan perlu dihindari
5. Istirahat dan tidur yang cukup
6. Banyak makanan berserat
7. Kebiasaan memegang atau bahkan memijit akne perlu dihindari

Pengobatan:
1. Obat-obat sistemik:
-Antibiotik. Ditujukan terutama P. Acne : digunakan tetrasiklin, erithromisin, doksisilin, minosiklin, linkomisin dan klindmisin
-Hormon. Dapat digunakan hormon estrogen maupun pil antihamil untuk menjaga keseimbangan hormon
Kortikosteroid. Ditujukan terutama terhadap akne nodulu-kistik
-Lain-lain : Vitamin A, asam ritoneat, seng
2. Obat tookal
-Obat yang mengandung bahan keratolitik (sulfur, asam salisilat) : lotion kumerfeldi berkhasiat mengelupas kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri
-Asam vitamin A yang dapat mencegah terjadinya komedo dan mempercepat resorpsi
-Benzoil peroksida dapat mencegah terjadinya komedo dan mempercepat nodulus
Tetrasiklin, erithromisin, klindamisin dapat pula digunakan sebagai obat topikal dengan susunan tertentu.

Tindakan:
-Ekstraksi komedo Untuk komedo terbuka digunakan komedo ekstraktor. Untuk komedo tertutup ditusuk dengan jarum steril
-Elektrodesikasi. Dengan alat Hi-Frequency, dilakukan terutama untuk akne papulosa yang tidak meradang
-Insisi, aspirasi. Ditujukan pada akne kistik
-Suntikan intralesi. Biasanya dipakai Triamsinolon asetonide, ditujukan untuk akne nodulus

Kerasionalan obat:
1. Clearasil :
Sulfur prec. 3%
Resorsinol 2%
Bentonit 10%
Triklosan 0.1%
ALkohol 10%
Catatan : komposisi yang terlampau banyak (labih dari 3), dapat dikatakan tidak rasional
2. ACNE FELDIN
Sediaan cair mengandung sulfur prec 6.6 %
CATATAN : Sediaan ini rasional dari sisi kandungan dan dosis 2-10%
3. Acnomel
Resorsinol 2%
Sulf. Prec. 8%
CATATAN : Sediaan ini rasional, komposisi zat aktif saling mendukung, selain itu masih dosis lazim
4. Pimplex
Sediaan ini berisi bahan aktif Benzoil peroksidase 10%
CATATAN : Sediaan ini rasional

Posting Komentar