Tampilkan postingan dengan label Swamedikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Swamedikasi. Tampilkan semua postingan

EKSIM (Dermatitis)

         Dermatits yaitu peradangan pada lapisan atas kulit. Merupakan respon kulit terhadap zat kimia, protein, bakteri dan jamur. Eksim gangguan yang tidak menular.

Macam-macam eksim:
  1. Eksim alergis, yaitu karena reaksi kepekaan yang berlebih. Reaksi ini bisa dipicu oleh makanan tertentu seperti udang, kerang, cumi. 
  2. Eksim kontak, akibat kontak dengan benda asing:  perhiasan, kosmetik, sabun, minyak wangi. Termasuk Eksim popok akibat   air seni (amoniak) dan tinja (enzim lipase). 
  3. Eksim atopis, sebab tidak diketahui kemungkinan berkaitan dengan keturunan dan kelembapan tubuh.
Gejala muncul beruntus, kulit kering berserpih kemerahan, edema, gatal, bahkan perdarahan. Eksim menahun, permukaan kulit menjadi kasar.

Mengenal Jenis Infeksi Jamur

      Ada dua golongan jamur/fungi yang menginfeksi manusia : Candida dan dermatophytes. Jamur Dermatophytic  biasanya menginfeksi pada daerah tropis dan sub tropis, jamur ini tumbuh pada suhu tinggi dan lembap. Jamur menginvasi s.corneum, hair, nail tidak infiltrasi ke jaringan dan berproliferasi pada cornified layer di jaringan keratin epidermis.

Jamur Penyebab :
-  Tinea pedis: athlete’s foot
athlete’s foot












SCABIES / KUDIS

Sarcoptis scabei
Merupakan suatu kondisi kulit gatal yang disebabkan infeksi parasit tungau (Sarcoptis scabei). Scabies dapat terjadi di segala umur, baik laki-laki maupun perempuan. Penularan melalui kontak fisik (tangan, kontak seksual, baju, sprei, selimut).






Scabies
Gejalanya berupa: bintil kecil berwarna merah di kulit (tangan, lipat siku, sekitar alat kelamin dan lipatan tubuh); adanya garis berwarna putih / merah di kulit (merupakan liang pada kulit yang dibuat oleh tungau untuk menaruh telurnya); rasa gatal yang hebat, luka / koreng yang disebabkan oleh garukan.








Terapi
Oleskan cairan antikudis ke seluruh tubuh mulai bawah leher, dibiarkan selama 24 jam. Kemudian dibilas sampai bersih. Hal yang sama diulangi seminggu sesudahnya. Pakaian, sprei, sarung bantal / guling harus dicuci sampai bersih.
Obat
a.Gamaheksan (lindane) 0,5 %, triklorokarbanilida 0,5 %, asam salisilat 2 %
Senyawa ini digunakan untuk mengatasi kudis, kutu rambut, kurap dan infeksi jamur lain.
b.Lindane 1%, asam usnat 1 %
Indikasi senyawa ini adalah untuk mengurangi gejala kudis

Cacar Air



Ada banyak mitos yang beredar di mayarakat bahwa cacar air itu hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Apakah itu benar....? Kemudian, mitos yang lain menyebutkan bahwa orang yang terkena cacar air tidak boleh mandi, memakai masker atau lulur dari jagung dan lain sebagainya mitos-motos yang berkembang di masyakakat. Sebenarnya, cacar ait itu apa?
Plentingan berisi cairan (dalam istilah medis disebut vesikel atau vesikula), tersebar hampir di sekujur tubuh bahkan di dinding bagian dalam (mukosa) rongga mulut, hidung dan mata.
Varicella atau Cacar Air atau Varisela atau Chicken pox, adalah penyakit infeksi akut (dalam waktu singkat) primer oleh virus Varicella zoster pada kulit dan mukosa (selaput atau membran misalnya selaput luar pada dinding bagian dalam rongga mulut) yang cepat menular melalui aerogen (saluran pernafasan bagian atas).
Virus Varicella zoster masuk ke dalam tubuh penderita melalui saluran pernapasan bagian atas (mulut juga), memperbanyak diri (multiplikasi) dan menyebar (viremia primer) ke jaringan setempat melalui aliran darah dan aliran getah bening. Selanjutnya virus memperbanyak diri lagi untuk kemudian menyebar (viremia sekunder) ke seluruh tubuh (terutama kulit dan mukosa).
Tanda-tandanya:
  • Masa inkubasi, yakni periode masuknya virus hingga muncul gejala or tanda, berkisar 10-20 hari.
  • Tanda awal (prodormal) pada anak pada umumnya berupa: demam ga begitu tinggi (sumer), nampak loyo, sakit kepala, yang dialami 1-3 hari sebelum munculnya plentingan.
  • Sedangkan pada dewasa, tanda awal lebih berat . Demam bisa mencapai 40 derajat celsius, sakit kepala, kadang menggigil, badan suakiiit semua, dan dapat berlangsung sekitar 4-5 hari.
  • Setelah itu muncul plentingan.
  • Selanjutnya plentingan berangsur mengering hingga pulih setelah sekitar 1-3 minggu.

Swamedikasi:
  • Istirahat. Untuk anak sekolah sebaiknya gak usah masuk sekolah sekitar seminggu, mengingat masa penularan diperkirakan berlangsung 1 minggu sejak mulai timbulnya plentingan.
  • Penurun panas (bila panas), misalnya Parasetamol (dosis anak: 10 mg/kg berat badan/dosis, diberikan 4 kali sehari). Contoh: BB anak 11 kg, maka dosisnya 10×11= 110 mg (1 sendok takar atau 1/4 tablet parasetamol 500 mg) setiap kali minum. Lho, koq ga pas gitu, kan 1 sendok takar = 120 mg dan 1/4 tablet = 125 mg ? boleh diberikan 15 mg/KgBB setiap kali minum.
  • Acyclovir. Dosis dewasa: 5×800 mg selama 7-10 hari. Dosis Anak: 20 mg/kg BB/dosis, max 800mg, pemberian 4 kali sehari selama 5 hari.
Catatan:

  • Hindari mencet or otak-atik plentingan, karena beresiko meninggalkan bekas. Biarkan kering dan mengelupas dengan sendirinya.
  • Sebaiknya istirahat dan bagi siswa gak usah sekolah mengingat masa penularan diperkirakan berlangsung 1 minggu sejak mulai timbulnya plentingan.
  • Plentingan pada umumnya tetep bermunculan walaupun udah diobati hingga mencapai puncaknya pada hari ke 5-7 walaupun udah diberi obat lengkap.
  • Tidak ada pantangan makan, justru dianjurkan makan makanan bergizi. Dan… tetep mandi lho yaaa, … mandi… mandi…
  • Varicella pada wanita hamil (trimester I or 3 bulan pertama) dapat menimbulkan kelainan bawaan (konginetal), sedangkan pada wanita yang terkena varicella beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varicella pada bayinya.