Label:
Hariku
Ukur Berat Badan Ideal Anda (BMI)...........
Label:
Kesehatan Umum
BMI merupakan Body Mass Index yaitu untuk mngetahui berat badan ideal. Dengan memasukkan "Hieght"= Tinggi badan dalam meter atau centi meter dan "Wight"=Berat Badan dalam kilogram, kemudian pilih "male"=laki-laki atau "female"=perempuan. Klik "Calculate". Nilai akan muncul di kolom Body Mass Index, kesimpulannya bisa dilihat di "Result". Selamat mencoba ^_^
Climate Chamber (Celsius 9.2 HPP 108, Memmert)
Label:
Teknologi
Spesifikasi alat:
Spesifikasi alat alat ini sekilas mirip dengan oven atau incubator. Alat ini terdiri dari banyak menu display juga dilengkapi dengan softwere yang bias disambungkan (land) ke komputer. Sehingga bias deprogram/diseting dan dipantau secara komputerise. Secara umum menu display terdiri dari seting program waktu, temperature dan RH (Relative Humidity).
Cara kerja alat:
Pengoprasian alat tersebut relative lebih panjang karena banyak menu display yang harus diseting terlebih dahulu. Alat diseting terlebih dahulu sesuai dengan keinginan pengguna (peneliti) meliputi waktu, suhu dan RH-nya. Kemudian bahan/zat aktif/eksipien maupun sediaan farmasi dimasukkan kedalam alat. Pada interval waktu yang diinginkan sampel disampling kemudian diamati perubahan yang terjadi baik secara fĂsica maupun secara kimiawinya (sesuai yang diinginkan). Pengamatan dilanjutkan sampai waktu yang diinginkan.
Kegunaan alat:
Climate Chamber (Celsius 9.2 HPP 108, Memmert), bias disebut juga Climatic Chamber digunakan untuk menguji stabilitas baik bahan/zat aktif/eksipien maupun sediaan farmasi bias berupa baik sediaan solid (tablet, granul, serbuk, kapsul), semi solid (salep, krim, gel, pasta, suppositoria) maupun sdiaan liquid (larutan, emulsi, suspensi, dll) yang disimpan dalam kondisi RH, suhu dan waktu tertentu. Alat ini bisanya digunakan untuk menguji stabilitas yang dipercepat (accelerated test), misalnya uji dinaikkan suhu penyimpanannya (misal pada suhu 40, 50, 60 derajat C), atau RH yang dinaikkan (misal 75%), uji dengan paparan cahaya (photolysis) atau kombinasi ketiganya. Uji stabilitas yang diamati baik stabilitas secara fisika maupun secara kimiawi.
OBAT YANG HARUS DI HINDARI PADA MASA KEHAMILAN
Label:
Kesehatan Umum
Penggunaan obat pada wanita hamil memerlukan pertimbangan lebih khusus karena resiko tidak haya ibu saja, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah manfaat dari penggunaan obat lebih besar dari pada resikonya, sehingga ibu dapat melahirkan bayi yang sehat dengan selamat. Obat yang diberikan kepada wanita hamil umumnya dapat melalui placenta. Tidak ada obat yang secara mutlak dianggap aman untuk digunakan pada masa kehamilan.
Berikut adalah resiko yang dikhawatirkan dari penggunaan obat-obatan yang kontraindikasi dengan wanita hamil:
(1) Timbulnya kecacatan fisik (malformasi) pada janin atau bayi yang lahir nanatinya.
(2) Timbulnya kecacatan mental.
(3) Gangguan organ-organ tubuh (fungsional).
(4) Pertumbuhan bayi atau anak terganggu.
(1) Timbulnya kecacatan fisik (malformasi) pada janin atau bayi yang lahir nanatinya.
(2) Timbulnya kecacatan mental.
(3) Gangguan organ-organ tubuh (fungsional).
(4) Pertumbuhan bayi atau anak terganggu.
Resiko paling tinggi untuk menimbulkan efek kecacatan organ utama (pembentukan tengkorak kepala, telinga, hidung, jari-jari tangan dan kaki, dsb) adalah panggunaan obat pada trimester I, lebih tepatnya pada minggu ke-3 sampai dengan ke-8 dimana sebagian besar organ utama dibentuk. Setelah minggu ke-8 jarang terjadi abnormalitas stuktur kerena organ utama sudah terbentuk pada fase ini. Pada trimester ke II dan III lebih lepada kecacatan fungsional (buta, tuli, saluran pencernakan tidak normal, dsb).
Contoh obat-oabat yang terbukti bisa menimbulkan kecacatan:
(1) Metotrekstat, menyebabkan kelainan Sistem Saraf Psusat (Otak), mata, telinga, tangan dan kaki.
(2) Dietilstilbestrol (DES), menyebabkan kanker vagina.
(3) Karbamazepin dan asam valproat, menyebabkan cacat tabung saraf.
(4) Fenitoin, menyebabkan fetal hydantion dyndrome.
(5) Thslidomide, menyebabkan phocemalia.
(6) Warfarin, menyebabkan kecacatan tulang rangka dan Sistem Saraf Psusat (Otak).
(7) Alkohol, menyebabkan fetal alkohol sindrome.
(8) Isotretinoin, menyebabkan kecacatan Sistem Saraf Psusat (Otak),carniofacial, jantung.
(9) Tetrasiklin, menyebabkan kerusakan tulang dan gigi.
(10) ACE Inhibitor, menyebabkan gagal ginjal, tengkorak.
(11) Sikofosfamid, menyebabkan cleft palate, ginjal tidak terbentuk.
(1) Metotrekstat, menyebabkan kelainan Sistem Saraf Psusat (Otak), mata, telinga, tangan dan kaki.
(2) Dietilstilbestrol (DES), menyebabkan kanker vagina.
(3) Karbamazepin dan asam valproat, menyebabkan cacat tabung saraf.
(4) Fenitoin, menyebabkan fetal hydantion dyndrome.
(5) Thslidomide, menyebabkan phocemalia.
(6) Warfarin, menyebabkan kecacatan tulang rangka dan Sistem Saraf Psusat (Otak).
(7) Alkohol, menyebabkan fetal alkohol sindrome.
(8) Isotretinoin, menyebabkan kecacatan Sistem Saraf Psusat (Otak),carniofacial, jantung.
(9) Tetrasiklin, menyebabkan kerusakan tulang dan gigi.
(10) ACE Inhibitor, menyebabkan gagal ginjal, tengkorak.
(11) Sikofosfamid, menyebabkan cleft palate, ginjal tidak terbentuk.
Prinsip penggunaan obat pada masa kehamilan:
v Sedapat mungkian hindari penggunaan obat terutama pada trisemester pertama.
v Obat hanya diberikan jika jelas diperlukan dengan mempertimbangkan manfaat dan resikonya.
v Hindari obat baru karena datany masih terbatas.
v Pilih obat yang keamanannya sudah diketahui.
v Utamakan dengan obat tunggal.
v Gunakan dosis serendah mungkin yang bisa menimbulkan berefek.
v Hindari obat yang bisa menimbulkan kecacatan.
v Jika memang terpakasa menggunakan obat yang bisa menimbulkan kecacatan, di monitor dengan USG.
v Sedapat mungkian hindari penggunaan obat terutama pada trisemester pertama.
v Obat hanya diberikan jika jelas diperlukan dengan mempertimbangkan manfaat dan resikonya.
v Hindari obat baru karena datany masih terbatas.
v Pilih obat yang keamanannya sudah diketahui.
v Utamakan dengan obat tunggal.
v Gunakan dosis serendah mungkin yang bisa menimbulkan berefek.
v Hindari obat yang bisa menimbulkan kecacatan.
v Jika memang terpakasa menggunakan obat yang bisa menimbulkan kecacatan, di monitor dengan USG.
Langganan:
Postingan (Atom)









