PENGGUNAAN INSULIN PEN DI RUMAH

Apakah insulin itu?
Insulin adalah hormon yang dikeluarkan pankres untuk  mengontrol kadar gula darah (juga disebut glukosa) dalam tubuh. Orang dengan diabetes mungkin tidak memiliki cukup insulin atau insulin sudah tidak bekerja secara normal. Tujuan dalam mengobati diabetes adalah untuk menjaga tingkat gula darah dalam kisaran normal.

Jenis insulin
Setiap jenis insulin bekerja pada kecepatan yang berbeda dan berlangsung untuk jangka waktu yang berbeda.
1. Insulin Quick acting.
2. Insulin Short acting
3. Insulin Intermediate acting
4. Insulin Intermediate acting
5. Insulin NPH dan Regular insulin

Apa yang perlu dikethui sebelum menggunakn insulin?
· Jangan gunakan obat ini jika alergi terhadap insulin, atau jika hipoglikemia (gula darah rendah).
· Untuk memastikan dapat dengan aman menggunakan insulin, beritahu dokter jika memiliki hati atau penyakit ginjal.
 · Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang gunakan, termasuk obat oral(melalui mulut) diabetes.
· Insulin hanya bagian dari program pelengkap pengobatan yang mungkin juga mencakup diet, olahraga, kontrol berat badan, perawatan kaki, perawatan mata, perawatan gigi, dan tes gula darah. Ikuti diet, olah raga dan program pengobtan yang teratur, Karen hal ini dapat mempengaruhi kadar gula darah.
· Insulin termasuk kategori B  untuk kehamilan. Yang dimaksut kategori B yaitu insulin diperkirakan tidak membahayakan bayi yang belum lahir. Katakan kepada dokter jika sedang hamil atau merencanakan untuk hamil selama pengobatan. Hal ini tidak diketahui apakah insulin masuk ke dalam ASI atau jika bisa membahayakan bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberitahu dokter  jika menyusui bayi.

Bagaimana cara menggunakan insulin pen?

Langkah 1 : Persiapkan insulin pen, lepaska penutup insulin pen






  


Pengobatan yang harus dihindarkan pada usia 65 tahun ke atas (Geriatri)

  Tabel Beers criteria 2003 (Pengobatan yang harus dihindarkan atau digunakan dengan hati-hati pada usia 65 tahun ke atas, tidak terikat pada kondisi-kondisi kesehatan mereka dan diagnosa)

Tabel Beers criteria 2003 (Pengobatan yang harus dihindarkan pada usia 65 tahun atau lebih berdasarkan kondisi dan diagnosa penyakit). 

Uji Sediaan Tablet Effervecent

Tablet adalah sediaan padat yang kompak, dibuat secara kempa-cetak berbentuk pipih dengan kedua permukaan rata atau cembung, dan mengandung satu atau beberapa bahan obat, dengan atau tanpa zat tambahan (Nanizar, 1990).
Tablet Effervesent yaitu tablet yang menghasilkan gas, dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam efervesen atau bahan-bahan lain yang mampu menghasilkan gas ketika bercampur dengan air. Misalnya penggabungan logam karbonat atau bikarbonat dengan tatrat menghasilkan gas CO2 di dalam air. Tablet bentuk ini mempercepat pelarutan sediaan dan meningkatkan rasa contoh: tablet CDR, Redoxon.
Evaluasi tablet
Untuk menjamin mutu tablet maka dilakukan beberapa pengujian yaitu sebagai berikut:
Uji keseragaman bobot
Tablet harus memenuhi uji keseragaman bobot. Keseragaman bobot ini ditetapkan untuk menjamin keseragaman bobot tiap tablet yang dibuat. Tablet-tablet yang bobotnya seragam diharapkan akan memiliki kandungan bahan obat yang sama, sehingga akan mempunyai efek terapi yang sama. Keseragaman bobot dapat ditetapkan sebagai berikut: ditimbang 20 tablet, lalu dihitung bobot rata-rata tiap tablet. Kemudian timbang tablet satu persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari yang ditetapkan pada kolom A dan tidak boleh satu tablet pun bobotnya menyimpang dari rata-rata lebih besar dari yang ditetapkan pada kolom B. jika perlu gunakan 10 tablet yang lain dan tidak satu tablet yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan dalam kolom A maupun kolom B (Dirjen POM, 1984).
Uji kekerasan
Kekerasan tablet dan ketebalannya berhubungan dengan isi die dan gaya kompresi yang diberikan. Bila tekanan ditambahkan, maka kekerasan tablet meningkat sedangkan ketebalan tablet berkurang. Selain itu metode granulasi jugamenentukan kekerasan tablet. Umumnya kekuatan tablet berkisar 4 - 8 kg, bobot tersebut dianggap sebagai batas minimum untuk menghasilkan tablet yang memuaskan. Alat yang digunakan untuk uji ini adalah hardness tester, alat ini diharapkan dapat mengukur berat yang diperlukan untuk memecahkan tablet (Lachman, 1994).

“PHARMACOVIGILANCE” NARANJO ALGORYTME SCORE

No
Reaksi Obat yg Merugikan (ROM)
Ya

Tidak

Tidak Tahu
01
Apakah ada laporan yang jelas tentang ROM tsb pada waktu lampau ?
+1
0
0
02
Apakah ROM  terjadi stelah pemberian obat yang dicurigai sbg penyebab ter-jadinya ROM ?
+2
-1
0
03
Apakah ROM berkurang ketika obat dihentikan atau ketika diberi obat antagonis
+1
0
0
04
Apakah ROM timbul lagi ketika obat tsb diberikan lagi ?
+2
-1
0
05
Adakah alternatif lain penyebab ROM pada pasien tersebut ?
-1
+2
0
06
Apakah ROM juga timbul ketika diberikan plasebo ?
-1
+1
0
07
Apakah Obat berada pada konsentrasi toksis dalam darah ?
+1
0
0
08
Apakah ROM meningkat ketika dosis ditingkatkan atau berkurang ketika dosis diturunkan ?
+1
0
0
09
Apakah pasien pernah mengalami ROM yang sama di waktu lampau ketika obat yang sama atau turunannya diberikan ?
+1
0
0
10
Apakah diagnosis ROM tersebut didukung oleh bukti yang obyektif ?
+1
0
0

JUMLAH TOTAL SCORE






Hasil Score

Tingkat Kejadian ROM

1 – 3
Possible (Kemungkinan terjadi ROM)
4 – 8
Probable (Kemungkinan Besar terjadi ROM)
9 – 13
Definite (Pasti terjadi ROM)

Pemusnahan Obat Di Rumah Tangga


Obat adalah suatu senyawa atau bahan kimia yang berasal dari luar tubuh dan akan mengakibatkan perubahan fungsi biologi ja-ringan atau organ jika masuk ke dalam tubuh manusia. Tujuan meminum obat adalah untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit. Macam obat ada obat bebas dan ada obat dari resep dokter. Obat yang sudah dibeli atau yang sudah ditebus dari dokter ada-kalanya tidak habis digunakan dan tersisa atau mungkin kadaluarsa. Untuk itu perlu penangan dalam pembuangan atau pemusnahan sisa dari obat-obat tersebut.
Tujuan dilakukan pembuangan ini ialah untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh obat-obat yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan kemanfaatan. Selain itu pemusnahan obat bertujuan menghindarkan diri pengotoran lingkungan. Sebagian besar obat-obatan yang telah melampaui batas waktu peng-gunaannya akan berkurang efektivitasnya dan sebagian kecil menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.