SOUND-ALIKE / LOOK-ALIKE

Aceticholin (agonis adrenergik), asetilsistein (mucolitik)
Amitriptilin (TCA)/aminophilin (Anti asma)/imipramin(TCA)
Amiadarone (antiaritmia)/amiloride(diuretik)
Cardace (ACEI)/cardura( alfa 1 bloker)
Amlodipine (CCB)/ amiloride(diuretik)
Norvask (CCB)/novax (antibiotik gol penisilin)
Amoxicillin(antibiotik gol penisilin)/amoxapine (TCA)
Ampicillin (antibiotik gol penisilin)/aminophilin (anti asma)
Azithromycin/erithromycin /chlaritomycin (antibiotik gol makrolida)
Benzotropine (antiparkinson)/bromokriptine (anti parkinson, derivat ergot, agonis dopamin)
Bupivacaine/mepivacaine/ropivacaine(anstesi)
Bupropion (anti depresi)/buspiron (ansietas)
Calchitonin(hormon)/calcitriol (analog vit D)
Cefazolin/cephalotin/cephalexin (antibiotik gol sefalosporin)
Cefotaxime/cefoxitin/cefuroxime (antibiotik golongan sefalosporin)
Clonidin (agonis alfa 2 adrenergik)/clonazepam (benzodiazepine)/clozapine (antipsikotik atipikal)/quinidin (antiaritmia 1a)
Catapres® (agonis alfa 2 adrenergik)/cataflam®(NSAID)
Folic acid (vitamin larut air)/folinic acid (antidot mtx)

Analisis ABC dan Analisis VEN

Analisis ABC
Analisis ABC adalah analisis yang digunakan dalam beberapa sistem persediaan untuk menganalisis pola konsumsi dan jumlah dari total konsumsi untuk semua jenis obat. Analisis ABC (Always, Better, Control) merupakan pembagian konsumsi obat dan pengeluaran untuk perencanaan. Metode ini cenderung pada profit oriented product karena berdasar pada dana yang dibutuhkan dari masing-masing obat.
Analisis ABC digunakan untuk menganalisa tingkat konsumsi semua jenis obat. Analisis ini mengenai 3 kelas yaitu:
a.         A (Always)
Obat harus ada karena berhubungan dengan pengendalian dalam pengadaannya. Persentase kumulatifnya antara 75%-80%. Kelas A tersebut menunjukkan 10%-20%  macam persediaan memiliki 70%-80% dari total biaya persediaan. Hal ini berarti persediaan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga memerlukan pengawasan ekstra dan pengendalian yang harus baik (Quick, 1997).

EKSIM (Dermatitis)

         Dermatits yaitu peradangan pada lapisan atas kulit. Merupakan respon kulit terhadap zat kimia, protein, bakteri dan jamur. Eksim gangguan yang tidak menular.

Macam-macam eksim:
  1. Eksim alergis, yaitu karena reaksi kepekaan yang berlebih. Reaksi ini bisa dipicu oleh makanan tertentu seperti udang, kerang, cumi. 
  2. Eksim kontak, akibat kontak dengan benda asing:  perhiasan, kosmetik, sabun, minyak wangi. Termasuk Eksim popok akibat   air seni (amoniak) dan tinja (enzim lipase). 
  3. Eksim atopis, sebab tidak diketahui kemungkinan berkaitan dengan keturunan dan kelembapan tubuh.
Gejala muncul beruntus, kulit kering berserpih kemerahan, edema, gatal, bahkan perdarahan. Eksim menahun, permukaan kulit menjadi kasar.

Mengenal Jenis Infeksi Jamur

      Ada dua golongan jamur/fungi yang menginfeksi manusia : Candida dan dermatophytes. Jamur Dermatophytic  biasanya menginfeksi pada daerah tropis dan sub tropis, jamur ini tumbuh pada suhu tinggi dan lembap. Jamur menginvasi s.corneum, hair, nail tidak infiltrasi ke jaringan dan berproliferasi pada cornified layer di jaringan keratin epidermis.

Jamur Penyebab :
-  Tinea pedis: athlete’s foot
athlete’s foot












SCABIES / KUDIS

Sarcoptis scabei
Merupakan suatu kondisi kulit gatal yang disebabkan infeksi parasit tungau (Sarcoptis scabei). Scabies dapat terjadi di segala umur, baik laki-laki maupun perempuan. Penularan melalui kontak fisik (tangan, kontak seksual, baju, sprei, selimut).






Scabies
Gejalanya berupa: bintil kecil berwarna merah di kulit (tangan, lipat siku, sekitar alat kelamin dan lipatan tubuh); adanya garis berwarna putih / merah di kulit (merupakan liang pada kulit yang dibuat oleh tungau untuk menaruh telurnya); rasa gatal yang hebat, luka / koreng yang disebabkan oleh garukan.








Terapi
Oleskan cairan antikudis ke seluruh tubuh mulai bawah leher, dibiarkan selama 24 jam. Kemudian dibilas sampai bersih. Hal yang sama diulangi seminggu sesudahnya. Pakaian, sprei, sarung bantal / guling harus dicuci sampai bersih.
Obat
a.Gamaheksan (lindane) 0,5 %, triklorokarbanilida 0,5 %, asam salisilat 2 %
Senyawa ini digunakan untuk mengatasi kudis, kutu rambut, kurap dan infeksi jamur lain.
b.Lindane 1%, asam usnat 1 %
Indikasi senyawa ini adalah untuk mengurangi gejala kudis